TUGAS PRESENTASI MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

TUGAS PRESENTASI MATA KULIAH

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Materi ini ditujukan untuk memenuhi tugas kelompok presentasi 
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen


Disusun Oleh :
Kelompok V (MI Semester 4)
Anggota :
Sandi Miftah Nur Arizal ( 15326008 )
Febri Ramadhani ( 15326005 )
Upik Inayah (15326009)

Dosen : Asep Jalalludin S.T., M.M.

STMIK CIKARANG 2017












Kata Pengantar 


     Puji syukur kehadirat Allah Subhaana Wa ta'alaa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah yang berjudul "V Model" ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

     Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

     Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Cikarang, Mei 2017

Penyusun








BAB I
Pendahuluan


1.1         Latar Belakang
V Model merupakan salah satu pengembangan software yang termasuk  perluasan dari model waterfall. Mengapa? Karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, dalam V model proses dilakukan bercabang dan digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya.

1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang pembahasan makalah ini, kami berinisiatif membahas beberapa persoalan dalam tema ini, yaitu :
1.      Apa yang dimaksud dengan V Model ?
2.      Apa fungsi V Model ?
3.      Apa saja contoh penerapan dari V Model ?

1.3              Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah makalah ini, maka kami bertujuan untu menjawab rumusan masalah, sebagai berikut :
1.      Menjelaskan pengertian Sistem Pengembangan V Model.
2.      Menjelaskan fungsi V Model.
3.      Mengetahui contoh dari penerapan V Model.











BAB II
Pembahasan



2.1         Tahapan Kerja Dalam V Model
V Model terdiri dari 2 tahapan yang saling bertautan. Yaitu Tahapan Verifikasi dan Tahapan Validasi. Yang mana keduanya harus selalu berdampingan dan tidak bisa berdiri sendiri.

2.1.1         Tahapan Verifikasi
Tahapan Verifikasi mengacu kepada usaha  penyesuaian spesifikasi yang terjadi antara software dengan kebutuhan klien/konsumen
Ada beberapa tahapan diantaranya :

1.     Business Case : Tahap perhitungan biaya dll.
2.     Requirement : Tahapan pengumpulan hal yang dibutuhkan.
3.     Analisis Informasi : Tahapan untuk menganalisa program.
4.     Perancangan Sistem : Tahapan pengerjaan rancangan
5.     Unit Design : Tahapan pemolesan program.
6.     Development : Tahapan Penyelesaian dan layanan.


2.1.2             Tahapan Validasi
Tahapan Validasi mengacu kepada kesesuaian dari seluruh proses tahapan verifikasi dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan , dan ini dicapai melalui tahapan sebagai berikut:

1.     Unit Test : Tahapan untuk menguji proses unit design
2.     Integration Test : Tahapan untuk menguji poses system design
3.     System Test : Tahapan untuk menguji proses spesifikasi sistem
4.     Acceptance Test : Tahapan untuk menguji proses requirement
5.     Release Test : Tahapan untuk menguji proses business case


2.1.3             Bagan
Bagan ini menjelaskan bagaimana proses kedua tahapan ini saling bersinergi.












2.2        Contoh Penerapan V Model
Ada beberapa contoh program yang dikembangkan melalui proses V model, diantaranya sbb:

1.     V-Model digunakan untuk mengatur proses pengembangan perangkat lunak dalam pemerintahan federal Jerman. Saat ini masih standar untuk administrasi dan pertahanan federal yang proyek Jerman, serta pengembang perangkat lunak di kawasan ini.
Didalam V-model terdapat 3 kompomen  kerja yang pokok yakni Project Definition yakni mendefenisian project apa yang akan dibuat, Time yakni waktu yang dibutuhkan dalam pengimplementasiannya dan Project Test And Integration atau pengujian dan integrasi project tersebut.

     Model ini berpusat pada user. Dimana pengulangan selalu dibutuhkan jika kebutuhan untuk user belum terpenuhi “ketidaktahuannya” tanpa harus memberikan software dengan lingkungan yang baru. Resiko pada setiap tahap dalam pengembangan dapat dikurangi dengan memahami kebutuhan user.
Didalam pendefenisian project terdapat aktivitas Concept Operation  (konsepsi project) yakni menentukan tujuan yang akan di capai dalam pembuatan project tersebut. Requirement and Architecture (persyaratan dan arsitektur) yakni harus dapat menjelaskan apa saja yang diinginkan dan diperlukan oleh user. Untuk itu diperlukan adanya psroses klarifikasi, perbaikan, penentuan kelengkapan, dan ruang lingkup. Sebagai masukannya dapat berupa dokumen persyaratan dan keluarannya adalah ketetapan persyaratan. Terdapat bermacam-macam persyaratan yang dapat dihasilkan :
·         Fungsional : menjelaskan tentang apa saja yang dapat dilakukan oleh system
·         Non fungsional : dapat berupa ukuran memori, jangka waktu respon.
·         Data : data apa saja yang perlu disimpan dan bagaimana penyimpanannya.
Detailed Design yakni memperincikan desain sebuah aplikasi yang akan dibuat.

     Selanjutnya setelah Project tersebut telah ditetapkan maka Diimplementasikan lah atau di jalankan. Selanjutnya dalam tahap Project Test and Integration aplikasi/software yang telah dilakukan Integration test and Verification yang mana dalam tahap ini aplikasi yang telah diimplementasikan di lakukan verifikasi atau ditinjuau kegunaan nya apakah sesaui dengan kebutuhan user.
Selanjutnya Operation and Maintenance yakni melakukan perbaikan atas apa yg telah di verifikasi dan di sesuaikan dengan kebutuhan user. Dan pada akhirnya dalam model ini akan dilakukan proses Verivikasi  dan Validitas kepada user apakah sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan apakah rancangan sesuai dengan apa nyang diinginkan.




2.     Digunakan di Sistem dan Teknik (NCOSE, sekarang INCOSE pada 1995) di Amerika Serikat. Dikembangkan untuk sistem satelit yang melibatkan hardware, software, dan Brainware. Hanya V-Model versi AS.
















2.3        Kelebihan V Model
Setiap program memiliki kelebihan dan kekurangannya. Program yang efektif dan fungsional sangat diharapkan, namun tidak dapat menutup kemungkinan terdapat kerusakan atau bugs pada sebuah program. Yang harus dilakukan oleh seorang developer adalah selalu melakukan layanan perbaikan dan pembaharuan pada software yang kita ciptakan. Berikut kelebihan dari V Model :

1.      Bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan konsep V model menggunakan bahasa formal. Contoh : dengan menggunakan objek model ataupun frame-frame.
2.     Meminimalisasikan kesalahan pada hasil akhir karena ada test pada setiap prosesnya.
3.     Penyesuaian yang cepat pada projek yang baru memudahkan dalam pembuatan dokumen projek.
4.     Biaya yang murah dalam perawatan dan modifikasinya.

2.4         Kekurangan V Model
Dan berikut kekurangannya :

1.     V-Model adalah proses model yang hanya dikerjakan sekali selama project saja, bukan keseluruhan organisasi.
2.     Prosesnya hanya secara sementara. Ketika project selesai, jalannya proses model dihentikan. Makanya V Model juga sering disebut dengan Tailoring Model (Seperti menjahit).
3.     Metode yang ditawarkan terbatas. Sehingga kita tidak memiliki cara pandang dari metode yang lain. Kita tidak memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan jika ada tools lain yang lebih baik.










BAB III
Penutup

3.1     Kesimpulan
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka peyusun dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan judul makalah “V Model ”, merupakan salah satu alternatif bagi para Software Developer untuk menggunakan metode yang lebih mudah dibuat dan biaya yang tidak mahal. Walaupun memiliki kekurangan yang terbilang sangat banyak. Namun jika dilihat dari bukti contoh penerapan V model ini, tidak perlu diragukan lagi.











??? SESI TANYA JAWAB ???



#1
"Apa sih contoh program yang digunakan dalam sehari-hari yang menggunakan V model ?" - Linda dari TI-B bertanya...

Jawabannya...

"Contoh penerapan V Model sudah dijelaskan tadi yaa... Digunakan oleh Federasi Jerman untuk membuat software perihal pertahanan nergara, juga dipakai oleh Amerika Serikat (INCOSE). Untuk program sehari-hari, kita belum menemukan software yang umum yang menggunakan teknik V Model ini, tapi jika ada yang ingin membuat, ya silakan... mungkin bisa ditambahkan nanti... hehehe ... "


#2
"Apa hubungan antara Requirement Analysis dan Acceptance Testing?" - Amdi dari TI-B bertanya...

Jawabannya...

" Requirement Analysis adalah proses analisa tentang hal apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah program, spesifikasi yang diinginkan oleh klien seperti apa, nanti output dari sini akan menjadi Dokumen kebutuhan klien. Sedangkan selanjutnya, akan dilanjutkan oleh Acceptance Testing, yang mana tahap ini berperan untuk mengkaji, apakah dokumentasi yang dihasilkan (Output) sesuai dengan keinginan dan diterima klien atau tidaknya ...


#3
"Kenapa V Model hanya diterapkan dikalangan tertentu??? " - Miftahul Huda dari TI-B bertanya...

Jawabannya...

"Dikarenakan sudah banyak teknik Software Development yang lebih maju, dan lebih sedikit risiko. Sebenarnya V Model ini sangat bagus, hanya sudah terbilang jadul. Banyak metode baru yang lebih digandrungi seperti Prototype, RAD dll. Yang lebih banyak kelebihannya ... "



Ingin file presentasinya??? Klik disini

Comments

Post a Comment